Sense of Self-Safety

July 29, 2009 at 4:17 pm (Idearoll)

Ini yang gw sebut sebagai ketidakpedulian terhadap safety.

Hanya salah satu contoh (dan sepertinya umum terjadi di masyarakat kita saat ini) yang gw alami sendiri. Waktu itu gw ama temen dengan menggunakan mobil mau berputar arah, dari Terowongan Casablanca kembali ke arah Ambassador lewat U-turn di depan Hotel Park Lane.

Di jalan yang arah sebelah pas di ujung putaran, ada truk besar yang terbalik entah kenapa, yang menyebabkan kemacetan.
Ga heran sih pas ngelihat orang-orang masih aja pada tengak tengok, atau malah berhenti, biar jalanan udah macet. Kebanyakan naik sepeda motor (tidak bermaksud mendiskriditkan, tapi emang motornya banyak banget :D), kayak bapak-bapak yang ada di depan gw. Yang gw heran, bapak-bapak ini ma yang di depannya ini malah nyantaiiii banget, nanya yang aneh-aneh ama yang pada ada di situ, ngegosip. Padahal, truk ini kondisinya udah miring, dan solarnya udah tumpah-tumpah di jalan!!!
Gw ma anak-anak yang persis di belakang motor itu, dan disebelah kiri kita pas banget tangki bahan bakar truk beserta solar-solarnya yang bocor itu terang aja teriak-teriak.GIMANA GAK CRANKY!!!!!!!!!! Coba lo bayangin, kalo ada yang ngerokok di sekitar situ,, dan ini solar, bukan bensin, Jek!!

Dari pengalaman ini, gw berpikir, bahwa kita harus bener-bener menggugah sense of awareness, and self safety di sekitar kita!!

Seperti contoh kejadian yang gw alami. Mungkin saudara-saudara kita ini tidak sempat berpikir tentang resiko bahan bakar tumpah.
Mungkin juga mereka sempat terpikir, namun dengan kepercayaan diri yang tinggi karena menggunakan sepeda motor, mereka merasa bisa menghindar dari risiko tersebut secepat mungkin. Tapi seyakin itu kah?! Kalaupun bisa, bagaimana dengan pengendara lainnya, yang mengendarai mobil, yang berjalan kaki?!

Atau mungkin juga mereka malah tidak melihat risiko itu sama sekali, karena yang lebih menarik untuk sebagian masyarakat kita, adalah kejadian-kejadian sejenis ini. Seperti yang sering kita lihat di jalanan, kecelakaan kecil yang tadinya hanya melibatkan dua kendaraan kecil, namun yang meminggirkan kendaraannya , atau berjalan pelan hanya sekedar ingin tahu, bisa berkali-kali lipat dari orang yang terlibat itu sendiri.

Mungkin kita memiliki rasa penasaran dan ingin tahu yang terlalu tinggi, tapi sudah saatnya untuk kita terjaga dan sadar akan hasrat tersebut, dan lebih melihat dampak-dampak dari perbuatan itu. Apakah kalo kita berhenti atau berjalan pelan maka jalanan akan tetap lancar. Jika bantuan sudah datang, apakahkita masih perlu berhenti dan membuat lalu lintas semakin terganggu?!

AKan lebih baik jika kita lebih bersifat bijak, dan mulai menebarkan sense of self safety ini ke orang-orang di sekitar kita. For our own good, and for better Indonesian civilization.

ABK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: