Trik Mencari Kerja di Singapura
Artikel yang menarik. Dari salah satu alumni ITB:
Bagaimana cara mencari lowongan dan melamar kerja di Singapura ?
Mencari lowongan bisa didapatkan di jobsearch seperti
http://www.jobsdb.com.sg atau http://www.jobstreet.com.sg dan masih
banyak lagi jobsearch terdapat di internet.
Melamar bisa dilakukan lewat jobsearch dengan mengirimkan CV secara
online atau mengirimkan CV ke agen/perusahaan yang membuka lowongan
tersebut secara langsung. Pastikan bahwa agen/perusahaan yang
membutuhkan karyawan tersebut benar-benar agen/perusahaan Singapura
karena ada beberapa kasus penipuan mengatasnamakan agen/perusahaan di
Indonesia yang membuka lowongan di internet untuk ditempatkan di
Singapura tapi untuk penipuan saja.
Intinya, TIDAK PERNAH ada lowongan di Singapura yang memungut uang
pada saat proses seleksi.
Bagaimana wawancaranya ?
Wawancara untuk tenaga kerja asing biasanya dilakukan lewat telepon.
Untuk itu, perjelas keahlian anda di CV yang anda kirimkan sehingga
kesempatan anda untuk diinterview lewat telepon semakin besar. Dan
saya kira lowongan yang memang membutuhkan keahlian dan bukan
penampilan, wawancara lewat telepon lebih dari cukup.
Bagaimana kalo agen/perusahaan tersebut memerlukan anda datang untuk
wawancara ?
Ya mau ngga mau anda harus datang langsung. Sebelumnya bisa dicoba
untuk negosiasi supaya biaya perjalanan anda dibiayai oleh
agen/perusahaan yang mengundang anda untuk wawancara. Kalo gagal, bisa
dicoba pergi lewat Batam supaya irit di transportasi dan fiskal (Rp
500rb kalo lewat Batam). Kalo anda banyak uang ya langsung terbang aja
ke Singapura.
Bagaimana mendapat visa kerja setelah diterima ?
Harusnya, kalo memang agen/perusahaan yang menerima anda bekerja itu
bonafid, maka semua urusan ijin kerja akan disponsori dan diurus oleh
agen/perusahaan yang menerima anda.
Sekedar informasi prasyarat mendapatkan visa kerja dan klasifikasinya
sesuai gaji bisa dilihat di website Kementrian Tenaga Kerja :
http://www.mom.gov.sg
Apakah mudah mendapat ijin kerja ?
Memang kebanyakan lowongan di Singapura lebih diutamakan untuk
Singaporean atau warga asing pemegang PR (Permanent Resident). Tapi
percayalah selalu ada saja lowongan yang terbuka untuk non-Singaporean
terutama untuk skill-skill yang tidak pasaran. Jadi musti sabar dan
telaten dalam memilah lowongan kerja.
Bagaimana standar gaji di Singapura ?
Saya bukan ahlinya pergajian jadi silakan gunakan panduan gaji (salary
guide 2007) berikut : http://www.kellyservices.com.sg
Bagaimana biaya hidup di Singapura ?
Biaya hidup pastinya tergantung gaya hidup.
Tapi bisa saya gambarkan living cost per bulan di Singapore secara
garis besarnya sbb. (suami+istri+2 anak):
- sewa flat 2/3 kamar (apartemen tanpa security guard) = S$900-$1200
- sewa apartemen 2/3 kamar = S$1400-$2000
- sewa condo 2/3 kamar (apartemen+sport facilities) = S$2000-$3000
- sewa terrace house (rumah tanah) = S$2500-~
- sewa kamar (bujang) = S$300-~
- makan (sederhana) = S$800
- makan (mewah) = terserah ![]()
- listrik+air+gas+telpon+internet+transport (normal) = S$300
- sekolah 2 anak = S$200
- cicilan mobil (kalo perlu) = S$600-$800
- rekreasi (kalo perlu) = S$200
Berapa besar pajak yang harus dibayarkan ?
Pajak Singapura relatif tidak besar dibanding negara-negara lain
termasuk Indonesia . Untuk $80ribu pertama, pajaknya $4300. Berikutnya
14% tapi tergantung level salary dan juga potongan-potongan seperti
istri yang tidak bekerja, anak-anak, tanggungan laen dll. Detailnya
ada di website Departemen Pajak Singapura : http://www.iras.gov.sg.
Terima kasih buat Mas Joko yang udah ngingetin masalah perpajakan ini.
Bagaimana mencari kost atau kontrakan di Singapore ?
Cari kos kalo anda bujangan atau kontrakan kalo anda sudah berkeluarga
ini sangat gampang karena banyak agen buat cari kos/kontrakan. Salah
satunya adalah JTC yg detailnya pernah ditulis oleh mbak Hanny ‘Sewa
Rumah Dari JTC’ dalam blognya. Makasih mbak link-nya.
Bisakah bekerja di Singapore tanpa keahlian profesional ?
Setahu saya, WNI yang bekerja di Singapore bukan profesional adalah
pembantu rumah tangga (PRT) atau TKW, sang pahlawan devisa. Bagaimana
dengan prianya ? Entah karena apa Singapore tidak menerima tenaga
kerja pria non-skill. Sebagai contoh, untuk pekerja konstruksi (kuli
bangunan) kebanyakan dari India , Pakistan atau Bangladesh . Isunya
sih katanya karena tenaga kerja pria Indonesia pernah mempunyai
track-record jelek di Singapore . Jadi ya harap maklum buat para pria
yg ingin bekerja non-skill di Singapore kayaknya belom ada celah.
Info lebih lengkap ttg S’pore temen2 bisa liat blog sahabat saya di
www.muhnur.blogspot.com




